
Pesantren Amanah Muhammadiyah terus meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang islami, berdaya saing, dan berkeunggulan melalui penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta Growth Mindset yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi guru dan tendik untuk merefleksikan praktik pendidikan sekaligus merespons perkembangan teknologi dan dinamika kebijakan pendidikan yang terus bergerak.
Kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman guru dan tendik mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam serta bagaimana menerjemahkannya ke dalam rancangan pembelajaran yang bermakna, baik pada mata pelajaran muatan nasional maupun mata pelajaran kepesantrenan. Pembelajaran tidak lagi dipandang sekadar sebagai proses menyampaikan materi, tetapi sebagai pengalaman yang mendorong peserta didik untuk memahami secara utuh, berpikir kritis, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter dan berdaya saing. Dengan demikian, nilai-nilai kepesantrenan dan kebijakan pendidikan nasional dapat berjalan secara harmonis dalam satu ekosistem pembelajaran.
Bagian penting lainnya adalah pemaparan hasil pemetaan Growth Mindset dan Fixed Mindset berdasarkan respons guru dan tendik melalui kuesioner Google Form yang telah dibagikan sebelumnya. Pemetaan ini menjadi cermin bersama bahwa transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan perubahan perangkat dan strategi pembelajaran, tetapi juga perubahan cara berpikir para pendidiknya. Dari hasil pemetaan tersebut, peserta diajak mengidentifikasi bentuk-bentuk intervensi yang dapat dilakukan untuk memperkuat pola pikir bertumbuh, antara lain melalui budaya refleksi, pemberian umpan balik yang berorientasi proses, keberanian mencoba hal baru, kolaborasi, apresiasi terhadap usaha, serta menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar dan perbaikan.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik menyusun dan menulis prompt AI untuk menunjang efektivitas dan optimalisasi pemanfaatan kecerdasan artifisial serta berbagai platform digital dalam pembelajaran. Guru dan tendik tidak hanya diperkenalkan pada teknologi sebagai alat, tetapi diarahkan untuk menjadi pengguna yang kritis, kreatif, etis, dan produktif. AI diharapkan menjadi co-pilot bagi pendidik dalam merancang pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, menyusun asesmen, melakukan diferensiasi, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan relevan bagi santri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Pesantren Amanah Muhammadiyah untuk terus adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus responsif terhadap dinamika kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Bapak Anang Rifqy, M.Pd, sebagai narasumber menyatakan bahwa “Diseminasi ini bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi menjadi momentum untuk mengubah cara kita memandang dan menjalankan pembelajaran. Guru yang bertumbuh adalah guru yang mau belajar, berani beradaptasi, dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk AI, secara bijak untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi santri. Kita ingin memastikan bahwa setiap inovasi tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan, sekaligus menjadikan Pesantren Amanah Muhammadiyah semakin islami, berdaya saing, berkeunggulan, dan siap menjawab tantangan zaman.”
Adaptasi bukan berarti meninggalkan jati diri pesantren, tetapi justru memperkuatnya dengan inovasi yang relevan. Integrasi Pembelajaran Mendalam, KKA, dan Growth Mindset diharapkan melahirkan ekosistem pendidikan yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, kecakapan abad ke-21, literasi digital, serta karakter pembelajar sepanjang hayat.
Kegiatan yang sangat inspiratif dan bermanfaat. Pemaparan materi Pembelajaran Mendalam benar-benar memberi pandangan baru tentang cara menciptakan suasana belajar yang bermakna dan berfokus pada perkembangan karakter murid, Ujar salahsatu tenaga pendidik yang mengikuti agenda tersebut. Pada akhirnya, diseminasi ini bukan sekadar kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi sebuah gerakan perubahan. Ketika guru mau terus belajar, berani beradaptasi, dan terbuka terhadap teknologi, maka pesantren pun akan terus tumbuh.
Dari ruang-ruang belajar guru hari ini, diharapkan lahir pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi santri esok hari mewujudkan Pesantren Amanah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan yang islami, berdaya saing, berkeunggulan, dan senantiasa siap menjawab tantangan zaman.


