
TASIKMALAYA, 26 Agustus 2026 – Pagi itu, suasana di sudut Kota Tasikmalaya terasa berbeda. Deretan armada Si Mobil Literasi Keuangan (SiMOLEK) berdiri gagah berdampingan dengan mobil kas keliling perbankan, siap membawa misi besar ke seantero wilayah. Rabu, 26 Agustus 2026, menjadi saksi bisu Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM). Namun bagi Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya, hari itu bukan sekadar perayaan tahunan biasa—ini adalah cerita tentang mimpi, kemandirian, dan ikhtiar merajut masa depan.
Di tengah laju dunia digital yang serba cepat, generasi muda rentan terjebak dalam arus konsumerisme hingga jerat keuangan ilegal. Menyadari tantangan tersebut, OJK Tasikmalaya menggandeng para santri untuk berdiri di barisan terdepan sebagai agen perubahan. Dari ruangruang kelas pesantren yang sarat nilai kesederhanaan, terpancarlah semangat baru untuk mengenal dan mengelola keuangan dengan bijaksana.
Langkah nyata itu mengkristal saat pengukuhan Duta Literasi Keuangan Pelajar. Senyum haru dan rasa bangga terpancar dari Nindya Rahma Taqwariiva dan Muhammad Achyar Faiz santri Pesantren Amanah yang dipercaya menyandang amanah tersebut bersama saldo tabungan perdana SimPel sebagai bentuk apresiasi.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mewakili Pesantren Amanah di Puncak Hari Indonesia Menabung 2026,” tutur Nindya dengan mata berbinar. “Ke depannya, saya ingin berbagi pemahaman kepada sesama santri agar kita tidak mudah tergiur tren konsumtif atau iming-iming keuangan ilegal. Menabung sejak dari pesantren adalah langkah awal kita merancang masa depan yang mandiri.”
Bagi Pimpinan Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya, inisiatif ini terasa bagaikan gayung bersambut. “Peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 ini sejalan dengan nilai kesederhanaan, perancangan masa depan, serta kemandirian yang kami tanamkan di Pesantren Amanah. Kami menyambut hangat sinergi OJK Tasikmalaya dan perbankan dalam memfasilitasi para santri agar cerdas finansial sejak dini,” tegas beliau.
Melalui konvoi SiMOLEK, edukasi serentak, hingga pembukaan rekening SimPel massal, HIM 2026 membuktikan bahwa inklusi keuangan bisa menyentuh setiap lapisan—termasuk dindingdinding pesantren. Hari ini, sebuah benih kecerdasan finansial telah ditanam. Dari bilik Pesantren Amanah, para santri siap melangkah pasti menyongsong Indonesia Emas dengan kemandirian dan keberkahan.

