Tasikmalaya, 19 Agustus 2026 — Pesantren Amanah Muhammadiyah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pesantren yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) NGentrik (Nutrition Goes to Pesantren Tasik). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut dalam rangka mengantarkan program NGTS Pesantren Amanah Muhammadiyah menuju tahap Paripurna.

Kegiatan diawali dengan sambutan Sumarto, M.P., Kajur Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya (Polkestama), yang memberikan penguatan terhadap pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga ahli gizi, dan pesantren dalam membangun budaya hidup sehat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Mudir II Pesantren Amanah Muhammadiyah, Ust. Wahyu Jaelani, S.HI., yang menegaskan bahwa program gizi bukan sekadar kegiatan kesehatan, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter dan kualitas generasi pesantren.

Diskusi kemudian berfokus pada rencana tindak lanjut dan monitoring-evaluasi (Monev) program NGTS, dengan tiga pilar utama, yaitu Edukasi Gizi, Kebun Sehat Pesantren, dan Kantin Sehat. Ketiga aspek tersebut diarahkan untuk saling menguatkan: membangun pengetahuan dan kesadaran gizi warga pesantren, menyediakan sumber pangan sehat melalui pemanfaatan lingkungan pesantren, serta memastikan tersedianya makanan yang aman, sehat, bergizi, dan sesuai kebutuhan santri. Melalui FGD ini, berbagai capaian, tantangan, dan strategi penguatan program dibahas secara kolaboratif agar setiap langkah memiliki dampak nyata dan berkelanjutan.

Menuju tahap Paripurna, Pesantren Amanah Muhammadiyah berkomitmen untuk menjadikan budaya hidup sehat sebagai bagian dari karakter kehidupan pesantren. Semangat NGentrik bukan hanya tentang memenuhi indikator program, tetapi tentang menghadirkan perubahan nyata dalam kebiasaan makan, lingkungan, dan pola hidup seluruh warga pesantren. Pesantren Amanah Muhammadiyah siap untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan pesantren yang sehat, unggul, berdaya saing, dan berkeunggulan.