TASIKMALAYA — Suasana Lapang Utama Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya tampak bergemuruh dalam kehangatan ukhuwah selama dua hari berturutturut, Senin hingga Selasa (24–25 Agustus 2026). Ratusan santri, jajaran pimpinan, ustadz, ustadzah, hingga seluruh warga pesantren lebur dalam satu simfoni kekhusyukan dan semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Pesantren Amanah melalui Bidang Kajian Dakwah Islam ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini dirancang sebagai ruang perenungan mendalam untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam tindakan nyata di era modern.

Mengangkat tema “Ruh Keteladanan, Nalar Kemajuan: Meneladani Rasulullah SAW dalam Menjawab Tantangan Zaman”, kegiatan ini melandaskan geraknya pada penegasan Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 107 tentang utusan pembawa rahmat bagi semesta alam. Melalui berbagai rangkaian acara yang dinamis, dinamisator muda IPM mengajak seluruh santri untuk tidak hanya mengagumi sejarah perjuangan Nabi, tetapi juga mentransformasikannya menjadi nalar kritis, semangat berkarakter, dan keberanian berinovasi.

Salah satu puncak kekhusyukan dari rangkaian acara ini adalah digelarnya Tablig Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan penceramah Ustadz Uus Husnie Hirjien, Lc., M.Ag. Dalam tausiyahnya yang mendalam dan menggugah, beliau mengupas tuntas bagaimana nilai-nilai kenabian harus diintegrasikan ke dalam nalar berpikir santri agar mampu memimpin perubahan di tengah persaingan global.

Plt. Mudir Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya, H. Taufik Permana Kusuma, S.Pd., memberikan apresiasi mendalam atas kolaborasi dan inisiatif kolektif yang digerakkan oleh para pelajar melalui IPM Ranting Amanah. Dalam amanatnya, beliau menegaskan pentingnya momentum peringatan hari lahir Rasulullah sebagai sarana penguat karakter santri berkemajuan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digerakkan oleh anak-anak kita di IPM Ranting Amanah ini merupakan bukti hidup bahwa nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan terus bertumbuh subur di dada para santri. Meneladani Rasulullah di era hari ini tidak cukup hanya dengan hafalan dan retorika, tegas H. Taufik Permana Kusuma, S.Pd.

Keterlibatan aktif seluruh elemen pesantren tercermin dari antusiasme jajaran pengasuh dan santri dalam menyimak paparan materi, Tablig Akbar, diskusi interaktif, serta refleksi keimanan yang digelar selama dua hari penuh. Kolaborasi antara manajemen pesantren dan PR IPM Amanah ini membuktikan bahwa pembinaan karakter berbasis kepemimpinan pelajar mampu menghidupkan suasana belajar yang partisipatif dan berdampak luas. Ketua IPM Putra, Muhammad Alif Fajari, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah melatih kepemimpinan santri. “Meneladani Rasulullah hari ini berarti siap jadi pemimpin yang cerdas dan berani menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman kita,” ungkapnya.

Selain mempererat kebersamaan antar-santri, kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, cerdas, dan tetap teguh pada nilai-nilai keislaman. Rangkaian kegiatan resmi ditutup dengan doa bersama, diiringi tekad bulat seluruh warga pesantren untuk terus membawa spirit perbaikan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami ingin membuktikan bahwa santri putri tidak hanya tekun beribadah, tapi juga siap berpikir maju dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.” — Nakeisha Azalia Fauzy, tutup Ketua IPM Putri

Pesantren Amanah Semangat juang dan ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini senantiasa berpijak pada semboyan perjuangan pelajar Muhammadiyah.

Nuun Wal Qolami Wama Yasthuruun.